2014/09/12

Islam China Dan Perdagangan

Sekarang, saatnya memperluas wawasan. Di negeri ini, setidaknya ada tiga peringatan tahu baru, di mana ketiga-tiganya menanamkan pengaruh yang amat mendalam bagi mereka yang merayakannya, yakni Tahun Baru Masehi, Tahun Baru Islam, dan Tahun Baru China. Kalau menjelang Tahun Baru Islam yang menjadi harapan adalah keberkahan (baca: spiritualitas), maka menjelang Tahun Baru China yang menjadi harapan adalah kemakmuran (baca: materialitas). Yah, simak saja greeting yang mereka ucapkan menjelang tahun baru.

China dan Islam, sepintas keduanya mengusung perbedaan demi perbedaan yang saling bertolak belakang. Kontras. Namun begitu, adakah persamaan di antara China dan Islam? Ternyata ada.

Misalnya saja, keduanya sama-sama:

  • berasal dari Timur,
  • menghargai agama,
  • menghormati leluhur, keluaga, dan orang tua,
  • mematuhi suami,
  • berhasrat akan ilmu pengetahuan,
  • berhasrat akan simpul perdagangan.
Tidak diragukan lagi, inilah nilai-nilai dasar yang melekat erat pada keduanya. Kendati kemudian sebagian mulai luntur. Bukan cuma itu. Jarang orang tau, dahulu kala ternyata hubungan keduanya China dan Islam amatlah mesra.Contohnya saja:

  • Simpul perdagangan di jalur sutra yang melibatkan orang Chinese dan orang Arab secara mendalam.
  • Malah ada pepatah Arab yang berbunyi, "Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China." Meskipu makna sejati dari pepatah ini adalah, "Tuntutlah ilmu walau jauh sekalipun."
  • Yang unik, selanjutnya pedagang pedagang dari China ini membawa masuk agama Islam ke indonesia bersama-sama dengan pedagang-pedagang dari Timur Tengah dan India. Bukan kebetulan, mereka semua lebih dahulu menganut agama Islam.
  • Maka muncullah nama Laksamana Chengho, seorang pejuang Islam, dalam sejarah indonesia.
  • Berdiripula beberapa masjid di indonesia yang atapnya persegi delapan.
  • Masih di indonesia, hadir pula kampung China yang hampir selalu bersebelah-sebelahan dengan kampung Arab.
  • Bahkan baju koko dan kopiah koko yang jelas-jelas asal usulnya dari China kini 'resmi' dianggap sebagai baju Muslim Indonesia.
  • Konon, beberapa Wali Songo adalah keturunan Chinese.

Sekedar catatan, adalah VOC dan pemerintah Orde Baru pihak yang paling bertanggung jawab atas perasingan orang Chinese di Indonesia selama puluhan tahun. Dan asal tahu saja, sampai sekarang pun,
jumlah orang islam di negeri China kurang-lebih sama banyaknya dengan jumlah orang Islam di negara ini. Hanya persentase masing-masing yang berbeda. Sementara di Malaysia, belakangan ini partai orang Chinese dan partai orang Islam tengah bahu-membahu demi menyaingi partai yang berkuasa.

Referensi:
7 Keajaiban Rejeki, Ippho 'Right' Santosa (hal. 86-87).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar